Jumat, 14 Mei 2010

Profil Kabupaten Indramayu



Kabupaten Indramayu, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Indramayu. Kabupaten Indramayu secara geografis terletak antara 10751'-10836' Bujur Timur dan 615' - 640' Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten Indramayu di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah timur berbatasan dengan Laut Jawa dan Kabupaten Cirebon, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Subang sedangkan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Majalengka, Sumedang, dan Cirebon. Luas wilayah Kabupaten Indramayu 2.000,99 km2 yang terbagi menjadi tiga puluh satu Kecamatan.

Kabupaten Indramayu merupakan daerah yang cukup subur. Dari wilayah seluas 204.011 hektar, 41,90 persen merupakan tanah sawah. Enam tahun terakhir Indramayu masih nomor satu dalam produksi padi se-Provinsi Jawa Barat. Produksi padi selama kurun waktu tersebut mencapai lebih dari satu juta ton per tahun. Produksi gabah 1,2 juta ton per tahun.dari jumlah itu yang dikonsumsi di Indramayu sekitar 400.000 ton, sisanya 800.000 ton dipasarkan ke luar daerah.

Di luar padi, bumi Indramayu kaya akan minyak dan gas bumi (migas). Sejak tahun 1970 migas mulai dieksploitasi oleh Pertamina melalui penggalian sejumlah sumur. Dari ratusan sumur yang dibor, daerah-daerah yang berhasil memproduksi adalah Jatibarang, Cemara, Kandanghaur Barat dan Timur, Tugu Barat, dan Lepas Pantai. Pada tahun 1980 Pertamina mendirikan terminal Balongan untuk menyalurkan bahan bakar minyak (BBM). Kilang yang dibangun tahun 1990 tersebut mulai beroperasi pada tahun 1994. Dikelola oleh Pertamina Unit Pengolahan (UP) VI Balongan, produksi kilang BBM berkapasitas 125.000 BPSD (barrel per stream day) boleh dibilang seratus persen disalurkan untuk DKI Jakarta. Sedangkan produksi gas atau LPG yang dikelola Kilang LPG Mundu VI dengan kapasitas 37,3 MMSCFD (juta kaki kubik per hari) di Kecamatan Karangampel, disalurkan untuk Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dari beberapa keunggulan diatas, Kabupaten Indramayu juga merupakan gudang tambak. Seperti di Kecamatan Balongan, terhampar ratusan hektar tambak. Indramayu disebut kota mangga karena disamping banyak produksinya, mangga daerah ini dikenal manis. Sarang burung walet juga merupakan kekuatan indramayu.


Sumber Data:
Jawa Barat Dalam Angka 2007
(01-7-2007)
BPS Provinsi Jawa Barat
Jl. PHH Mustapa No. 43, Bandung 40124
Telp (022) 7272595, 7201696
Fax (022) 7213572

Sumber :
http://regionalinvestment.com/sipid/id/displayprofil.php?ia=3212

Sumber Gambar :
http://www.kompas.com/data/photo/2009/11/29/3594076p.jpg
http://regionalinvestment.com/sipid/id/displayprofil.php?ia=3212

Kabupaten Indramayu

Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten yang memiliki luas wilayah 2.040,11 Km2 dengan tingkat populasi penduduk sebesar 1.697.986 orang yang terdiri dari 865.682 laki-laki dan 832.304 perempuan. Tingkat pendidikan masyarakat Indramayu relatif lemah. Mereka yang telah menamatkan pendidikan tingkat menengah adalah sebesar 8,6 persen, tingkat atas 5,8 persen dan untuk diploma dan sarjana mencapai 0,3 dan 0,4 persen. Selebihnya sekitar 85 persen mereka hanya berpendidikan dasar dan bahkan tidak tamat pendidikan dasar.

Aktivitas ekonomi pertanian terdapat di semua kecamatan yaitu 31 kecamatan. Kontribusi sektor pertanian pada pembentukan PDRB mencapai 28,99 persen (atas dasar harga konstan 2000) dengan nilai ekonomi mencapai Rp 2,58 trilyun. Tanaman pangan banyak terdapat di semua kecamatan dengan total panen pada tahun 2005 mencapai 1.264.685,81 ton. Kecamatan yang paling banyak menghasilkan tanaman pangan seperti padi adalah Kecamatan Bangodua, Gabuswetan dan Anjatan. Lain halnya dengan hasil palawija. Kecamatan Gantar merupakan kecamatan yang menghasilkan palawija terbesar, seperti jagung, ubi kayu, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau. Adapun produksi mangga banyak terdapat di Kecamatan Kroya dan Jatibarang. Produksi jambu biji banyak terdapat di Kecamatan Indramayu. Produksi semangka banyak terdapat di Kecamatan Kroya dan Juntinyuat.

Kecamatan Sukagumiwang merupakan daerah klaster tanaman sayuran terbesar di Kabupaten Indramayu, seperti kacang panjang, terung, ketimun, kangkung, dan cabe merah. Hal ini terbukti dengan tingginya tingkat produksi dibandingkan dengan kecamatan yang lainnya. Sapi, Kerbau dan Kambing banyak terdapat di kecamatan Gantar, Terisi dan Cikedung. Kecamatan Indramayu merupakan basis perdagangan, dengan nilai produksi ikan segar mencapai Rp 436,58 juta. Selain itu kecamatan ini juga merupakan kawasan yang banyak menerbitkan TDP dan SIUP untuk perusahaan.

Sektor lain yang memberikan kontribusi cukup besar adalah Industri pengolahan. Besaran kontribusi sektor ini mencapai 15,41 persen dengan nilai ekonomi lebih dari Rp 2,5 trilyun. Jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Indramayu mencapai 330 perusahaan. Jenis perusahaan yang mendominasi adalah perusahaan bangunan dan pekerjaan umum serta perusahaan makanan dan minuman.

Pariwisata juga menjadi salah satu primadona. Banyaknya fasilitas pendukung pariwisata yang tersebar di Kabupaten Indramayu. Seperti jumlah hotel mencapai 22 unit, rumah makan 7 unit dan kesenian tradisional 7 unit. Fasilitas ini dapat
dijadikan salah satu primadona ekonomi Kabupaten Indramayu demi pengembangan ekonomi kedepan.


Sumber :
http://www.cps-sss.org/web/home/kabupaten/kab/Kabupaten+Indramayu

Peta Indramayu


View Larger Map

Kecamatan Di Indramayu

No Kecamatan (Jumlah Desa/Kelurahan)

1. HAURGEULIS (10)
2. GANTAR (6)
3. KROYA (8)
4. GABUSWETAN (10)
5. CIKEDUNG (9)
6. TERISI (7)
7. LELEA (11)
8. BANGODUA (16)
9. WIDASARI (16)
10. KERTASEMAYA (12)
11. SUKAGUMIWANG (6)
12. KRANGKENG (11)
13. KARANGAMPEL (11)
14. KEDOKANBUNDER (7)
15. JUNTINYUAT (13)
16. SLIYEG (16)
18. JATIBARANG (15)
18. BALONGAN (7)
19. INDRAMAYU (19)
20. SINDANG (13)
21. CANTIGI (6)
22. LOHBENER (12)
23. ARAHAN (8)
24. LOSARANG (12)
25. KANDANGHAUR (13)
26. BONGAS (8)
27. ANJATAN (14)
28. SUKRA (14)

Sumber :
http://jabar.bps.go.id/Download_files/Kab_Indramayu.pdf
JUMLAH DESA 310

Dialaek Indramayu/Cirebon

Sub dialek Cirebon / Indramayu utawa biasa diarani Basa Crebon / Dermayu kuen salah siji sub dialek kelompok basa Jawa wilayah kulon. Sub dialek kien dituturaken ning kabupaten Cirebon karo kabupaten Indramayu Jawa Barat lan ning kota-kota Pantura Jawa Barat yaiku Cilamaya (Karawang), Blanakan, Pamanukan, Pusakanagara (Subang), Indramayu, Cirebon, Losari Wetan, ngantek sebagian sisi kulon kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

pada umume dialek kien dituturaken kanggo urusan perdagangan nang pesisir lor Jawa Barat sebab jaman bengene kota Cirebon kuwen salah siji kota pelabuhan/bandar utama ning tlatah Jawa, kuwen sekitar abad 15 nyampe abad 17.

Sedurunge, sub dialek kiyen padha bae karo dialek basa Jawa wilayah kulon liyane, perubahan mulai katon mulai abad 17, dialek kiyen mulai kenang pengaruh budaya lokal karo pengaruh basa Sunda. Sakien, dialek Cirebon / Indramayu masih tetap duwe bentuk-bentuk dasar basa Jawa wilayah kulon utamane ning kalimat-kalimat karo pengucapane sing wis ora dienggo maning ning tata basa basa Jawa Baku / Standar (Yogyakarta, Solo karo Semarang / Joglosemar).

Sebagian budayawan Cirebon duwe rasa khewatir sub dialek kiyen mengkone bisa pudar sebab kalah bersaing karo basa Sunda apamaning tlatah Cirebon/Indramayu secara administratif anane memang ning Propinsi Jawa Barat. Alesan sejene program muatan lokal (Mulok) daerah ning sistem pendidikan nasional kuwen kiblate masih ning wilayah administratif Propinsi, dadi muatan lokal ning wilayah Cirebon/Indramayu ialah basa karo budaya Sunda. Tapi kita kudu bangga dadi wong cerbon atawa dermayu, aja sampe kita isin arep ngomong dermayonan atawa cerbonan. kaya bature kita dermayu sing ana ning yogyakarta akeh sing isin ngomong nganggo basa dermayonan karo bature.

sebenere sing luwih akeh jenise basa kuh, yaiku bahasa dermayonan masalahe, hampir tiap beda desa bae logate bede lan bahasane rada beda. contohe kanggo nyebut awake dewek yaiku ana sing kita, reang , inyong, dewek, lan sejen- sejene masih ana. jerene wong tua mah kuen kuh tergantung nenek moyange asline sing ndi? lamon nenek moyange wong sunda ngomomge sedesa sunda kabeh, lamon nenek moyange sing wetan ya ngomonge kaya wong wetan. pengen luwih mendalami sejarahe dermayu maca bae buku babad tanah dermayu.

Sumber :
http://map-bms.wikipedia.org/wiki/Dialek_Cirebon/Indramayu

Sejarah Kota Indramayu

Sejarah putra Tumenggung Gagak Singalodra dari Bengelen Jawa Tengah bernama Raden Wiralodra yang mempunyai garis keturunan Majapahit dan Pajajaran, dalam tapa baratanya di kaki Gunung Sumbing mendapat wangsit.

“Hai Wiralodra apabila engkau ingin berbahagia berketurunan di kemudian hari, pergilah kearah matahari terbenam dan carilah lembah Sungai Cimanuk. Manakala telah disana, berhentilah dan tebanglah belukar secukupnya untuk mendirikan pedukuhan dan menetaplah disana. Kelak tempat itu akan menjadi subur dan makmur serta tujuh turunanmu akan memerintah disana”. Demikianlah bunyi wangsit itu.

R. Wiralodra ditemani Ki Tinggil dan berbekal senjata Cakra Undaksana. Tokoh-tokoh lain dengan pendiri pedukuhan dimaksud adalah Nyi Endang Darma yang cantik dan sakti, Aria Kemuning putra Ki Gede Lurah Agung yang diangkat putra oleh Putri Ong Tien istri Sunan Gunung Jati. Ki Buyut Sidum / Kidang Pananjung seorang pahlawan Panakawan Sri Baduga dari Pajajaran, Pangeran Guru, seorang pangeran dari Palembang yang mengajarkan Kanuragan dengan 24 muridnya.

Pedukuhan tersebut berkembang dan diberi nama “Darma Ayu” oleh R. Wiralodra yang diambil dari nama seorang wanita yang dikagumi karena kecantikan dan tkesaktiannya “Nyi Endang Darma”, serta dapat diartikan “Kewajiaban Yang Utama” atau “Tugas Suci”.

Pedukuhan Cimanuk yang diberi nama “Darma Ayu” yang kemudian berubah menjadi “Indramayu”, setelah terbebas dari kekuasaan Pajajaran pada tahun 1527, diproklamirkan berdirinya oleh R. Wiralodra pada hari Jum’at Kliwon tanggal 1 Muharram 934H atau 1 Sura 1449 dan jatuh pada tanggal 7 Oktober 1527. Titimangsa tersebut resmi sebagai Hari Jadi Indramayu.

Setelah 1527, Daerah Indramayu terbagi dalam tiga propinsi meliputi :

Propinsi Singapura, meliputi sebelah timur sampai Sungai Kamal.
Propinsi Rajagaluh, meliputi daerah tengah sampai Jati tujuh.
Propinsi Sumedang, meliputi bagian barat sampai Kandanghaur.

Tahun 1681, mulai dikuasai kompeni.

Zaman pemerintahan Daenles (1806 – 1811) daerah sebelah barat sungai Cimanuk dimasukan dalam prefektur Cirebon Utara. Pada masa ini berada dalam kekuasaan kerajaan Demak. Tahun 1546 menjadi bagian kesultanan Cirebon.

Tahun 1615 sebelah timur Sungai Cimanuk menjadi bagian keultanan Cirebon dan bagian baratnya ermasuk dalam wilayah kerajaan Mataram.

Tahun 1681, mulai dikuasai kompeni. Zaman pemerintahan Daenles (1806 – 1811) daerah sebelah barat sungai Cimanuk dimasukan dalam prefektur Cirebon Utara. Pada zaman kompeni menjadi ajang masuk pertempuran segitiga antara kompeni, Mataran dan Banten. Tahun 1706, Indramayu jatuh kedalam kekuasaan kompeni Belanda seluruhnya seperti halnya dengan daerah-daerah lain, Indramayu mempunyai perjalanan yang sama berada dalam kekuasaan penjajahan.(*)


Sumber :
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/01/sejarah-kota-indramayu/
10 Januari 2010

Kabupaten Indramayu


Kabupaten Indramayu, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Indramayu, Indramayu sebagai pusat pemerintahan, titik keramaian yang ada di Indramayu terletak di Jatibarang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, serta Kabupaten Subang di barat.

Kabupaten Indramayu terdiri atas 31 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah 313 desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Indramayu, yang berada di pesisir Laut Jawa.

Indramayu dilintasi jalur pantura, yakni salah satu jalur terpadat di Pulau Jawa, terutama pada musim mudik. Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas utara Pulau Jawa, stasiun kereta api terbesar di Indramayu adalah Stasiun Jatibarang yang berada di Jatibarang, sekitar 19 km di selatan Kota Indramayu itu sendiri.

Beberapa kota-kota penting di wilayah kabupaten Indramayu di antaranya adalah Indramayu, Jatibarang, Haurgeulis dan Karangampel.

Walaupun Indramayu berada di Jawa Barat yang notabene adalah tanah Pasundan yang berbudaya dan berbahasa Sunda, namun sebagian besar penduduk Indramayu berbahasa Jawa khas Indramayu, masyarakat setempat menyebutnya dengan Dermayon, yakni dialek Bahasa Jawa yang hampir serupa dengan Dialek Cirebon. Di bagian selatan dan barat daya kabupaten ini menggunakan bahasa Sunda, mengingat kabupaten Indramayu itu sendiri berada di Jawa Barat dan berbatasan langsung dengan budaya Sunda.


Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Indramayu